Minggu, 15 April 2012


Belajar dari Tukang Ledeng

SAYA bekerja di tempat baru sejak 14 Mei 2008 lalu. Dihitung sampai sekarang, tiga bulan pun belum genap. Selama waktu itu saya rutin menyimak ceramah Jumat pagi. Sulit untuk berkelit dari ritual mingguan tersebut. HRD dengan senang hati memanggil setiap pegawai agar berkumpul di ruang meeting. Padahal, siang hari juga harus menyimak khutbah Jumat. Alamak, tiap dua pekan juga ternyata ada Jitu alias Pengajian Sabtu. Dan, sehabis salat zuhur dan ashar akan mendapat menu sajian hadits Shahih Bukhari. Kadang saya muak dengan semua itu. Sejak dulu saya tidak pernah suka dengan verbalisme. Seperti kata Nelson Mandela, “Talk is cheap.”
Namun, dari sederet daftar ceramah akhirnya saya menemukan satu kisah yang sungguh sangat menarik. Inspiring banget! Yang pasti, kisah ini datang bukan dari sang ustadz di masjid Darussalam milik perusahaan, melainkan dari seorang pegawai baru. Ceritanya juga tidak berkisar pada surga dan neraka atau baik dan buruk. Bukan juga menyoal Islam dan lantas menyudutkan agama lain. Kisahnya adalah ajaran universal tentang kehidupan. Saya tidak tahu dia mengutip dari mana. Begini ceritanya:
Suatu hari bos Mercedez Benz di Jerman mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Mr. Benz khawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelepon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya. Karena sibuk, si tukang ledeng menyampaikan maaf karena baru bisa datang dua hari kemudian. Si bos bersedia. Tukang ledeng pun menyampaikan terima kasih karena Benz mau menunggu. Dia sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.
Dua hari kemudian, tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz. Setelah ngoprekselama beberapa waktu, kran pun selesai diperbaiki. Tukang ledeng lantas memanggil tuan rumah dan mempersilakannya untuk mencoba kran. Benz pun puas. Tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Beberapa hari kemudian, tukang ledeng menelepon Mr. Benz untuk menanyakan apakah ada keluhan dengan servisnya. Mr. Benz pun kagum dengan cara kerja si tukang ledeng.
Dua pekan kemudian, si tukang ledeng kembali menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah. Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng.
Beberapa bulan kemudian, Mr. Benz menelepon tukang ledeng tadi. Tukangledeng diajak bergabung di perusahaan raksasa Mercedes Benz. Tukang ledeng itu namanya Christopher L. Jr. Saat ini, Christopher menduduki jabatan General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!
Kala itu saya lupa ceramah si ustadz. Juga tentang pesan Martin Luther King Jr., “Jadilah tukang sapu jalanan layaknya Michael Angelo melukis atau Shakespeare menulis puisi, sehingga segenap penghuni bumi akan tertegun lalu berujar, ‘Wahai inilah tukang sapu jalan yang melakukan tugasnya dengan baik.’”
Saya juga lupa kisah wartawan muda Barry Bradley dalam Vademekum Wartawantentang vitalitas. Ya, vitalitas adalah syarat utama wartawan tangguh, yaitu mengerjakan yang biasa-biasa saja dengan cara yang luar biasa. Saat itu, saya hanya ingat Christopher L. Jr, si tukang ledeng.(*)

Tata Cara dan Tips Sederhana Menulis Esai dan Makalah untuk Mahasiswa, Pelajar, dan Guru

Menulis Esai - Essay
Menulis Esai - Essay

Menulis sebuah Makalah / Esai / essai / essaymembutuhkan ketrampilan tertentu untuk dapat merangkai kata-kata yang menjembatani pikirannya, sehingga pada saatnya seseorang akan menjadi terbiasa dan merasa mudah dengan kegiatan menulis ( makalah, esai, karangan, dll ).

 

Ada saat dimana Anda mendapat tugas untuk membuat makalah atau esai namun begitu kesulitan karena belum pernah melakukan sebelumnya. Mungkin sudah pernah tetapi bukan benar-benar berasal dari diri sendiri seperti hasil kopi artikel lain atau hasil kerja kelompok. Sehingga ada perasaan belum puas. Inilah modal awalnya, dan mulailah berlatih menulis! Namun, bila Anda sudah merasa puas karena merasa mudah melakukannya, meski Anda sendiri tahu bahwa hanya ada 500 kata yang berasal dari Anda sendiri pada makalah 13 halaman A4 yang telah Anda kumpulkan.  artikel bagaimana cara menulis esai dan makalah


Bagaimana Mengawali Menulis Makalah
Ada hal-hal yang mungkin bisa menjadi pedoman untuk penulis pemula. Karena kebiasaan menulis adalah sebuah proses. Mulailah membiasakan diri menulis apa saja tanpa memperdulikan topiknya. Ide bisa berasal darimana saja yang melintas dalam otak Anda. Fokus saja pada pembiasaan diri merefleksikan apa yang melintas dalam otak menjadi kata-kata dalam tulisan. Hasilnya mungkin bermacam-macam, lucu, campur aduk, dll. Pada fase ini, sedikit tips yang membantu adalah sering berdekatan dengan Kamus Bahasa Indonesia, Koran, Buku bacaan, karena seringkali yang melintas dalam otak munculnya masih dalam bahasa Ibu pertama (bahasa daerah ) Anda.


Hasil pembiasaan menulis pada fase pertama ini adalah. Pertama; tentu saja semakin banyaknya bahan dan referensi, karena Anda sering membaca. Kedua, setidaknya Anda sudah punya ketrampilan dasar mengolah ide dan pikiran menjadi kata-kata. Ketiga, hal ini telah membantu Anda untuk dapat menulis dengan cepat.


Sudah puas dengan tulisan mondar-mandir, tidak berujung tidak berpangkal? Kumpulkan saja dalam sebuah buku corat-coret, karena suatu saat mungkin Anda akan membutuhkannya disaat Anda membutuhkan ide-ide tambahan. Pembiasaan diri pada fase pertama tadi bisa Anda lakukan kapan saja dan tetap membantu meski Anda sudah menjadi penulis profesional.


Kumpulkan Bahan dan Bersiaplah Menulis Makalah atau Esai  
Inti dari semua tulisan adalah topik atau tema. Jadi, yang pertamakali harus Anda tentukan adalah TOPIK. Bangun dan definisikan topik yang akan dibahas dalam makalah. Sebaiknya topik disusun paling banyak satu atau dua kalimat. Topik bisa berupa apa saja yang menarik Anda untuk menyusun makalah atau esai. Bila topik tersebut sudah ditentukan, karena tugas dari guru atau dosen misalnya, Anda sudah mendapatkan poin ini, tinggal menentukan langkah selanjutnya.


Menulis makalah atau esai akan menjadi lebih fokus dan sesuai target, bila Anda memahami pembaca tulisan Anda. Karena itu menentukan siapakah pembaca dari tulisan ini adalah hal kedua yang perlu diperhatikan. Menentukan karakter pembaca terlebih dahulu, dapat membantu Anda memilih alur dan gaya bahasa yang akan digunakan. Ingatlah terus menerus siapa yang akan membaca tulisan ini sampai proses penulisan selesai.


Pembaca makalah Anda bisa jadi orang-orang dalam umur tertentu, seperti kawula muda, bapak-ibu rumah tangga, manula. Bisa juga karena tugas, seperti guru, dosen, teman sekelas, mahasiswa. Untuk memastikannya, kembalilah ke topik semula, untuk apa makalah ini disusun, presentasi kelas, presentasi perusahaan baru, presentasi produk baru, penjelasan sesuatu kepada masyarakat, atau apapun sesuai dengan topik yang ada. Menulis esai, tata cara menulis esai, anda sendiri tentang topik teknologi, cara menulis esai agama, tips membuat esai ilmiah, 

1. Merencanakan kurun waktu penulisan
2. Mengumpulkan bahan-bahan dan referensi
3. Menyusun Sistematika Penulisan
4. Bagaimana Menulis Judul Makalah
5. Bagaimana Menulis Paragraf Pertama
6. Bagaimana Menyusun dan Menulis Isi Makalah
7. Bagaimana Membuat Kesimpulan
8. Saatnya Review Keseluruhan Makalah
9. Saatnya Mengumpulkan dan Presentasi Makalah



AIR

Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah...
Air mematikan api dan membersihkan kotoran...
Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan,
air meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali mengembun...
Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu...
Bilamana bertemu batu karang, dia akan berbelok 
untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali...
Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati ...
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati,
karena dia sadar bahwa tak ada satu kekuatan apapun
yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan...
Air menang dengan mengalah,
dia tak pernah menyerang namun selalu menang pada akhir  perjuangannya