Senin, 20 Maret 2017

PENGKHOTBAH DAN BUDAK-BELIAN, NYANYIAN PARODI

PENGKHOTBAH DAN BUDAK-BELIAN
NYANYIAN PARODI


“Itah belum hong kalunen kilau huang jangkut wei
Nupin itah kanih kate, puna rami sanang wei
Oloh Barat panjang bitie, hai penang buntis aie
Amun bue hong kamburi,  ela mikeh tejep wei”

Lagu Parodi pasti akan bikin sakit hati. Karena hanya nada lagu yang dipakai tetapi kata-katanya adalah “plesetan” atau “plintiran” bahkan “ejekan” atau “cemohan”. Waktu kecil saya pernah ikut-ikutan  memplesetkan Nyanyin Ungkup atau Nyanyian Jemaat yang biasa dinyanyikan di gereja. Hal itu tentu saja membuat marah orangtua, paman-bibi, kakek-nenek kami yang adalah para Penatua dan Diakon. Lagu itu diambil dari Nyanyin Ungkup (Nyanyian Jemaat – Bahasa Dayak Ngaju) No. 288  Yang kemudian diplesetkan sesuka hati dengan makna yang jauh berbeda.

Dulu saya pernah mengenal beberapa mahasiswa usil  yang melakukan kreativitas nakal dengan Kidung Jemaat No. 424, yaitu menghilangkan huruf “r” pada kata “bersinar”. Hasilnya adalah efek jenaka yaitu menyanyi sambil tertawa, minimal tersenyum kecut.  Tapi ini tamparan keras, terjangan yang menohok hati, bagi seorang tokoh gereja waktu itu yang diduga suka “bersina”. Di mulut nyinyir para mahasiswa bandel itu, lagu itu bukan lagi lagu rohani, tetapi lagu perlawanan.

Satire atau parodi memang berfungsi untuk menyindir atau mengajukan protes. Ia bertanya tentang kesejatian iman. Iman yang sejati adalah seperti berlian yang walaupun dibungkus dengan daun keladi dan dibuang ke kubangan lumpur, tetap berharga dan dicari orang. Iman yang palsu itu seperti kerupuk berada di dalam toples, ketika kena angin sedikit saja melempem, apalagi kena air hancur luluh meleleh begitu saja. Iman abal-abal itu sama seperti es batu tetapi di dalam termos es, ketika di bawa keluar, maka hancur dan meleleh.  Iman murahan memang steril bahkan anti terhadap kritik, sindiran apalagi protes. Jadi, jangan sok tahu dan sok rohani untuk bertanya, “Kok tidak membangun iman ya?”.   Karena memang fungsi utama parodi atau satire adalah menguji keteguhan iman !

Lagu "The Preacher and the Slave" (Pengkhotbah dan Budak-Belian) adalah satu lagu parodi hasil kreasi Joe Hill pada tahun 1911.  Lagu plesetan dari lagu rohani yang berjudul “In the Sweet By-and-By”, muncul ketika para aktivist  Serikat Buruh Internasional (Industrial Workers of the World) yang biasa dikenal sebagai Kaum Wobblies sedang berjuang keras pada upaya mengorganisasi para pekerja migran yang bekerja di pabrik pengolahan kayu dan bangunan, mereka tersebar di kamp atau barak karyawan.  Ketika mereka kembali ke kota untuk melakukan konsolidasi, mereka berjumpa dengan para aktivist  gereja Salvation Army (yang mereka plesetkan menjadi the "Starvation Army"), sedang bermain drum, bermain musik di sepanjang jalan, dengan tujuan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa para aktivist gerakan buruh itu. Tetapi Kaum Wobblies tidak tertarik dengan keselamatan jiwa, mereka lebih tertarik dengan makanan atau isi perut. Mereka mengejek Lagu Rohani para aktivist Salvation Army itu dengan parodi yang menyengat yaitu khotbah tentang kue di langit (“pie in the sky" preaching). Lagu yang menyengat semangat keberagamaan kita itu dapat dinikmati di sini:




Joe Hill sudah mengenal gereja ini sejak kecil ketika ia masih di Swedia. Ia memparodikan lagu dari gereja ini. Lagu ini sangat populer dipakai untuk membangun moral, mempromosi solidaritas untuk membangkitkan semangat  perjuangan  kelas pekerja selama aksi Gerakan Buruh.  Karena lagu-lagu dan semangat perjuangannya Joe Hill di hukum tembak mati di Utah 1915. Sebelum menerima timah panas yang merenggut nyawanya ia mengirim telegram yang terakhir yang mengatakan Don't mourn, organize, (Jangan Berduka, Aturlah Barisan)









(JOE HILL) (1911)
Tune: "Sweet Bye and Bye" (S. FILLMORE BENNETT/J. P. WEBSTER) 

Long-haired preachers come out every night,
Pengkhotbah berambut panjang keluar setiap malam
Try to tell you what's wrong and what's right;
berusaha untuk memberitahu kamu tentang apa yang salah dan benar
But when asked how 'bout something to eat
tetapi ketika kamu bertanya tentang sesuatu untuk dimakan
They will answer with voices so sweet:
mereka akan memberitahu kamu dengan suara begitu manis

CHORUS:
You will eat, bye and bye,
Kamu akan makan, nanti
in that glorious land above the sky;
di tanah yang mulia di atas langit
Work and pray, live on hay,
Bekerja dan berdoa, berbaring di jerami
You'll get pie in the sky when you die.
Kamu akan mendapat kue pie (makanan) di surga ketika kamu sudah mati.

The starvation army they play,
Bala-tentara kelaparan mereka bermain (musik)
They sing and they clap and they pray
mereka bernyanyi dan mereka bertepuk tangan dan mereka berdoa
'Till they get all your coin on the drum
Hingga mereka mendapatkan semua uangmu ke dalam drum
Then they'll tell you when you're on the bum:
maka mereka akan memberitahu kamu ketika kamu sudah tergeletak (bum)

Holy Rollers and jumpers come out,
Para peluncur dan pelompat suci itu keluar
They roll, they jump and they shout.
Mereka menggelinding, mereka melompat, mereka bersorak
Give your money to Jesus they say,
Berilah duitmu kata Yesus
He will cure all diseases today.
Dia akan menyembuhkan penyakitmu hari ini.
If you fight hard for children and wife --
Jika kamu sedang berjuang keras bagi anak dan istrimu---
Try to get something good in this life --
Berusaha untuk mendapat sesuatu yang baik dalm hidup ini—
You're a sinner and bad man, they tell,
Kamu adalah seorang pendosa dan manusia jahat, mereka berkata,
When you die you will sure go to hell.
Ketika kamu mati kamu pasti masuk nereka

Workingmen of all countries, unite,
Para buruh dari semua negeri, bersatulah
Side by side we for freedom will fight;
Bersama-sama kita berjuang untuk kebebasan
When the world and its wealth we have gained
Ketika dunia dan kekayaannya telah kita dapatkan
To the grafters we'll sing this refrain:
Bagi para koruptor kita akan menyanyikan refrain ini:

FINAL CHORUS:
You will eat, bye and bye,
Kamu akan makan, nanti
When you've learned how to cook and to fry.
Ketika kamu sudah belajar bagaimana memasak dan menggoreng
Chop some wood, 'twill do you good,
Bisa membelah kayu dengan baik
And you'll eat in the sweet bye and bye.
kamu akhirnya akan makan .


Ya, lagu parodi bukan untuk menista agama yang kita anut, bukan juga menista Tuhan yang kita sembah, tetapi untuk mengajak kita kembali kepada praktik iman yang benar yaitu bukan sekedar beribadah di dalam gedung gereja, tetapi memperjuangkan keadilan sosial di tengah masyarakat. Seperti  yang dituturkan Sang Guru :

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. .....sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

SELAMAT MENJELANG PASKAH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar